BUNGA VS MARGIN DALAM TRANSAKSI KREDIT!

30 Januari, 2024

Saat kami menjelaskan kepada calon pembeli mengenai harga rumah yang kami pasarkan, banyak yang bertanya, “Kenapa harga tunai dan kredit berbeda? Berarti riba juga dong…” Oleh karena itu, artikel kali ini dapat menjawab pertanyaan yang mungkin juga kamu miliki. Dalam transaksi kredit, bukan tunai atau taqsith, seringkali kita jumpai perbedaan harga dimana harga kredit lebih tinggi dibandingkan dengan harga tunai. Intinya, ada kelebihan nilai dalam transaksi ini dibandingkan harga pertama.

Dalam Fiqih Muamalah, suatu transaksi tidak bisa dinilai berdasarkan namanya saja, namun berdasarkan faktanya. Sederhananya, dari mana keuntungan tersebut berasal? Apa akadnya agar muncul keuntungan?

Adakah yang pernah mempelajari perbedaan Margin dan Bunga? Keduanya menghasilkan harga tambahan. Lalu bagaimana model transaksinya?

Dalam jual beli (Bai) harus jelas siapa penjual, pembeli, objek barang beserta spesifikasinya, harga, dan serah terima barangnya.

Penambahan margin batas waktu sesuai jumhur ulama diperbolehkan. Jadi menambah margin pada nilai kredit tidak menjadi masalah SELAMA… nilainya sudah ditentukan dengan jelas dan waktunya sesuai dengan syarat jual beli di atas. Sehingga pembeli mendapat kejelasan berapa nilai yang harus dibayarkan selama waktu tertentu.

Bagaimana dengan Bunga. Bunga adalah persentase dari nilai akumulatif. Bentuknya juga menjadi nilai tambah. Namun adakah yang bisa memberikan kepastian berapa nilai jual beli awal? PASTI TIDAK ADA YANG BISA. Mengapa? Karena bunga menghasilkan angka yang selalu berubah-ubah tergantung dasar perhitungan atau utangnya.

Di sinilah perbedaan Margin dan Bunga pada aturan untung dan menyebabkan hukum jual beli juga berbeda. Lalu apakah cukup dengan mengenakan margin dan cicilan tetap sebagai bukti bahwa transaksi kita syariah? Tunggu kelanjutannya ya.

Sumber : https://klikkprsyariah.com/

 

Share This Article

error: Content is protected !!
Scroll to Top